17 February 2008

Bisnis 15-Feb-08: Petani Diminta Perhatikan Kualitas Kedelai

Jumat, 15/02/2008 19:51 WIB

Petani diminta perhatikan kualitas kedelai

oleh : Djony Edward

JAKARTA (Antara): Petani diminta memperhatikan kualitas produksi kedelai sehingga memenuhi standar internasional jika ingin menembus pasar ekspor.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Prof Dr Ir Mary Astuti MSc di Jakarta, Jumat mengatakan, selama ini petani kedelai kurang memperhatikan kualitas produksinya.

"Kadar air melebihi yang ditetapkan ataupun banyak yang dicampur dengan kerikil," katanya.

Menurut dia, pemerintah baik Departemen Pertanian maupun Departemen Perdagangan sebenarnya telah mengeluarkan ketentuan standar kualitas kedelai namun masih banyak petani yang mengabaikannya.

Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan pendampingan terhadap petani dalam penangnan pasca panen sehingga terjamin kualitas hasilnya.

Menyinggung program swasembada kedelai yang ditetapkan pemerintah, dia mengatakan, produksi harus ditingkatkan hingga 15 persen per tahun.

"Diharapkan kalau memang tercapai swasembada maka impor kedelai nasional tinggal sembilan persen," katanya.

Terkait dengan peningkatan mutu dan produktivitas kedelai petani, sejak 2003 UGM bekerjasama dengan Yayasan Unilever Indonesia melakukan pendampingan kepada petani di tujuh wilayah.

Ketujuh wilayah tersebut yakni DI Yogyakarta, Kabupaten Ngawi, Nganjuk, Madiun, Trenggalek Jawa Timur serta Klaten Jawa Tengah.

Mary Astuti mengatakan, dari hasil pendampingan tersebut produktivitas kedelai petani mampu ditngkatkan dari rata-rata produktivitas nasional.

"Produktivitas rata-rata nasional saat ini 1,3 ton per hektar sedangkan hasil petani ditujuh kabupaten tersebut antara 1,65 hingga 2,95 ton per hektar," katanya.

Sementara itu Manajer Program UKM Yayasan Unilever Indonesia, Maya Tamimi mengatakan, pihaknya menampung kedelai produksi petani tersebut untuk industri kecap.

Kedelai yang dikembangkan petani binaannya yang mencapai 6.500 petani mencakup araeal 1171 ha itu merupakan kedelai hitam yang merupakan bahan baku kecap.

Mengenai harga pembelian perusahaan tersebut ke petani, Maya enggan menyebutkan angka pasti. "Yang jelas bersaing dengan harga di pasaran," katanya.

Pada kesempatan itu, Mary yang juga pakar teknologi pangan itu mengatakan, kedelai hitam memiliki kandungan protein antara 37-41 persen.

Selain itu kandungan asam mino glutamate pada kedelai hitam lebih tinggi dari kedelai kuning sehingga rasa kedelai hitam lebih gurih dari kedelai kuning.

bisnis.com

http://web.bisnis.com/umum/1id44129.html

No comments: